entah apa yang sedang terjadi
yang aku tahu
di luar sana hujan deras
mulai detik ini
pikiranku melayang
ingin kugenggam setiap butir air hujan itu
biar jadi air mataku
tak kuasa hati ini melemah
masih saja egois
entah cara apa lagi yang akan aku lakukan
Selasa, 20 Januari 2015
Jumat, 10 Februari 2012
INGINKU
Jeritanku tak dapat
kutahan lagi
Tekak serasa ingin
bercakap
Dan mengatakan,
“Negriku indah!”
Mengatakan, “Negriku
kaya!”
Tapi, seorang pelancong
menyahut,”I know, Indonesia is Bali, it is beautiful.”
Padahal negriku begitu
luas, Sabang sampai Merauke,
Keindahan tersebar di
ribuan pulau
Telusuri tanah airku,
Jadikan sebuah
petualangan mendunia
Tatap negriku dengan
bangga
Dengan kacamata
fantastik..
Pintaku,
Tuhan jaga bumi pertiwi
ini untuk selalu ada,
Jangan Kau murka kepada
tanah airku,
Bukalah mata hati
kaumku,manusia,
Mohonku,
Kepada para pemimpin
negriku,
Bimbinglah rakyat,,,
Selalu dalam limpahan
kekayaan negri ini,
Selalu bersama menuju
puncak sebuah angan,
Terus MERDEKA...
Harapku,
Bersama ayomi tumpah darah ini. . .
Sabtu, 17 September 2011
sejarah kuliahku
Awal ceritaku....
Dulu waktu aku sekolah di sebuah pondok pesantren di
jogjakarta, MA Ali Maksum tepatnya, aku beruntung mendapat kesempatan untuk
ikut seleksi Penerimaan Beasiswa Santri Berprestasi. Aku pun tak sia-sia kan,
kuambil UGM sebagai pilihan, dengan jurusan Pendidikan Kedokteran dan Agronomi,
tapi sayang aku tak diterima alias tak lolos dalam seleksi tersebut.....
Sembari belajar menjelang UN, waktu itu masih kelulusan 100%
dari UN, aku seleksi UM UGM dengan jalur UTUL, kupilih jurusan Teknologi Pangan
dan biologi. Namun, dalam seleksi ini aku juga tak lolos, sedih rasanya melihat
ada teman yang lolos...
Pengumuman kelulusanpun tiba, ya, optimis LULUS pun terwujud,
tapi belum selesai perjuanganku karena belum dapat PT...
Aku mencoba peruntungan ikut SNMPTN, kuambil jalur IPC,
dengan pilihan, UGM ilmu gizi, UNY pendidikan bahasa Indonesia, dan UIN Suka
pendidikan Biologi. Beruntungnya akupun diterima pada pilihan ketiga...tapi
hari terakhir registrasi pun aku putuskan untuk tidak mengambilnya....
Hampir aku kayak orang stres yang belum punya tujuan...
hampir juga aku mendaftar UGM d3 saking kepengen masuk UGM,,,,tapi tidak jadi.
Berbekal info dari teman, sekolah dan tentunya internet,
kutahu tentang beasiswa santri unggulan di UII untuk jurusan TEKNIK....awalnya
aku sudah yakin tak akan kuliah di TEKNIK, tapi setelah kupikir dan
kudiskusikan dengan keluarga akhirnya kuputusan mencoba...26 juli 2010...hari
terakhir pengumpulan berkas dengan modal sertifikat juara 3 olimpiade biologi
Madrasah aliyah TK Nasional kukumpulkan....lama sekali pengumumannya aku
tunggu...padahal aku tahu UII sudah OSPEK.... tapi kenyataannya aku dan 2
temanku DITERIMA DI UII DENGAN BEASISWA PENUH 4 TH.......aku pun memulai
hidupku dengan kuliah di TEKNIK KIMIA UII 2010....
Jumat, 16 September 2011
Kamis, 21 April 2011
Menariknya punya hobi membaca
Membaca? Ah, hanya buat si “Kutu Buku”, berkata mata, bahkan cuma orang intelek saja. Kebiasaan yang membosankan, bikin ngantuk, enggak menarik sama sekali. Kata-kata ini sering muncul di kalangan remaja.
Kehidupan kita tidak bisa lepas dari membaca, walaupun cuma membaca sebuah reklame atau pun petunjuk arah, ya semua itu tak lepas dari membaca, meskipun membaca diartikan dengan sebuah koran, majalah ataupun buku. Yah, dengan membaca, seseorang memperoleh pengetahuan apapun. Coba bayangkan apa yang akan terjadi bila kita tak bisa membaca? Pastilah “kebodohan” yang akan menemani kita hidup. Tidak semua ilmu dapat kita capai hanya dengan mendengarkan, membaca adalah kunci sebuah ilmu.
Perkembangan dunia membawa ilmu menjadi nomor satu di mata masyarakat. Salah satu media penyampain ilmu adalah buku. Ada semboyan “Buku adalah Jendela Dunia”, ungkapan ini memiliki makna yang luas, mengantarkan meraih cita-cita hidup. Isinya pun bermacam-macam, dari yang bermuatan ilmu pengetahuan, sains, sosial, psikologi, kesehatan, sastra dan masih banyak lagi.
Dengan membaca, kita akan memperoleh sebuah gambaran akan rasa ingin tahu yang sering ada dalam pikiran setiap orang, kadang juga memberikan jawaban yang selama ini kita cari. Selain itu, tentunya akan menambah ilmu pengetahuan, yang kelak akan berguna untuk diri kita maupun negara kita, Indonesia tercinta.
Tapi sayang, harga buku begitu mahal, tak bisa dijangkau oleh masyarakat ekonomi bawah. Seiring perkembangan teknologi bermunculan artikel bahkan handbook yang dapat di download secara gratis,murah meriah hanya dengan mengganti uang akses internetnya saja. Munculnya ini, peminat buku cetak pun semakin berkurang. Omset penjualannya pun menurun.
Padahal tanpa membeli buku pun kita tetap bisa membaca, yaitu dengan cara berkunjung ke perpustakaan, kemudian meminjam buku. Dengan begitu budaya membaca pun akan tetap lestari dan juga peminat buku cetak pun terus meningkat.
Langganan:
Postingan (Atom)
